PEMAKAIAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID (OAINS) YANG TEPAT

May 30th, 2008

PENDAHULUAN

Terdapat berbagai pendekatan penanggulangan penyakit reumatik yang dewasa ini dikenal, yaitu melalui istirahat, proteksi sendi, fisioterapi / rehabilitasi, penggunaan alat bantu, pembedahan, psikoterapi dan pemakaian obat-obatan (medikamentosa).
Pengobatan medikamentosa saja, seringkali memberikan hasil kurang memuaskan apabila tidak disertai dengan pengobatan lainnya. Oleh sebab itu setiap dokter yang berupaya menanggulangi penyakit reumatik tidak boleh terpaku pada pemakaian berbagai jenis obat-obatan saja. Apalagi pada saat ini makin banyak beredar berbagai jenis obat yang digunakan untuk mengobati penyakit reumatik, sehingga seringkali membingungkan para dokter untuk memilih obat mana yang tepat diberikan pada seorang penderita penyakit reumatik.
Penggunaan obat haruslah rasional dan tepat guna untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal serta menekan efek samping sekecil mungkin. Diperlukan pemahaman yang baik akan mekanisme kerja obat anti inflamasi non steroid (OAINS), sebelum memutuskan obat mana yang tepat diberikan pada penderita yang sedang diobati. Read the rest of this entry »

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Nyeri pinggang

May 30th, 2008

Pendahuluan

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek dokter sehari-hari. Nyeri pinggang mencapai 30% - 50% dari keluhan reumatik pada praktek umum. Pada sebagian besar keadaan, penyebabnya tidak dapat ditentukan dalam waktu singkat tanpa pemeriksaan yang teliti serta pemeriksaan tambahan. Sebagian besar keluhan sekitar 90% akan sembuh sendiri dalam waktu singkat dan 10% nya menjadi kronis, sehinga pemeriksaan yang cermat dan sistematik pada awal keluhan perlu dilakukan untuk menghindari kelainan yang lebih serius.
Banyak klasifikasi nyeri pinggang yang kita temukan dalam literatur, tetapi tidak ada yang benar-benar memuaskan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada yang berdasarkan struktur anatomis (nyeri pinggang primer, sekunder, referal dan psikosomatik), ada yang berdasarkan sumber rasa nyeri (viserogenik, neurogenik, vaskulogenik, spondilogenik dan psikogenik). Sangat beragamnya klasifikasi nyeri pinggang ini antara lain dimungkinkan oleh banyaknya penyakit atau kelainan yang dapat menyebabkan nyeri pinggang. Penyebab nyeri pinggang sangat bervariasi, dari yang ringan (misalnya sikap tubuh yang salah) sampai yang berat dan sangat serius (misalnya keganasan).
Pengobatan nyeri pinggang yang tepat adalah dengan mengobati penyebabnya. Untuk itu diperlukan pendekatan multidisipliner, sebab keluhan nyeri pinggang tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan medikamentosa saja, adakalanya diperlukan fisioterapi dan bahkan pendekatan operatif. Read the rest of this entry »

Autoimmune disorder

May 30th, 2008

Definition
An autoimmune disorder is a condition that occurs when the immune system mistakenly attacks and destroys healthy body tissue. There are more than 80 different types of autoimmune disorders.
Causes, incidence, and risk factors
Normally the immune system’s army of white blood cells helps protect the body from harmful substances, called antigens. Examples of antigens include bacteria, viruses, toxins, cancer cells, and foreign blood or tissues from another person or species. The immune system produces antibodies that destroy these harmful substances.
But in patients with an autoimmune disorder, the immune system can’t tell the difference between healthy body tissue and antigens. The result is an immune response that destroys normal body tissues. The response is a hypersensitivity reaction similar to allergies, where the immune system reacts to a substance that it normally would ignore. In allergies, the immune system reacts to an external substance that would normally be harmless. With autoimmune disorders, the immune system reacts to normal body tissues. Read the rest of this entry »

GANGGUAN METABOLISME NUTRISI DAN KESEIMBANGAN NITROGEN PADA PENDERITA INFEKSI

April 8th, 2008

Pendahuluan

 Stres yang diakibatkan oleh infeksi akan menurunkan protein tubuh akibat adanya proses katabolisme yang berlebihan dan penurunan sintesa protein. Sekaligus rendahnya tingkat sirkulasi albumin dan transferin atau total iron binding capacity di dalam plasma adalah sebagai akibat dari trauma atau sepsis tersebut (Weinsier, 1989). Pentingnya sintesis protein dalam pemeliharaan ketahanan tubuh digambarkan oleh kompleksnya penyesuaian kembali yang terjadi pada metabolisme N protein, asam amino fase awal pada infeksi akut. Simpanan protein yang labil dalam otot rangka dan jaringan somatik lain dipercepat katabolismenya,  oleh karena itu asam amino penyusunnya bebas untuk digunakan kembali melalui berbagai lintasan metabolik dalam berbagai sel dan jaringan (Linder, 1992; Saito, 1998). Read the rest of this entry »

NEUROPATI KOMPRESI

April 8th, 2008

PENDAHULUAN

Cedera pada susunan saraf tepi dapat terjadi akut atau akibat tekanan khronis. Akibat patologis dapat berupa terputus fungsinya untuk sementara sampai diskontinuitas total saraf yang terkena. Ada tiga bentuk utama yang dapat terjadi :

1. Neuropraksia: interupsi fungsi saraf untuk sementara tanpa diskontinuitas akson. Hal ini dapat terjadi akibat cedera pada akson atau pada sarung myelin. Degenerasi Waller dan pertumbuhan kembali dari akson tidak perlu untuk perbaikan fungsinya kembali.

2. Aksonotmesis: disini akson terputus, jaringan penunjang terutama sarung myelin tetap baik. Pertumbuhan kembali dapat terjadi tanpa ujung-ujung akson perlu didekatkan satu sama lain melalui operasi. Biasanya kelainan ini terjadi akibat trauma tumpul atau tekanan dan dapat juga menyebabkan degenarasi Waller.

3. Neurotmesis: akibat trauma terpisah semua unsur saraf. Biasanya ditemukan pada luka terbuka. Akibatnya terjadi degenarasi Waller. Read the rest of this entry »