Archive for the ‘Osteoartritis’ Category

Recent Studies and Treatment of Osteoarthritis

Tuesday, April 8th, 2008

ABSTRACT

Future directions in the research and treatment of osteoarthritis (OA) will be based on the emerging picture of pathophysiological events that govern the initiation and progression of OA. The fundamental event resulting in the destruction of articular cartilage in OA arises from an imbalance between anabolic and catabolic pathways. The extracellular matrix (ECM) of cartilage is degraded by matrix metalloproteinases (MMPs) induced by cytokines. Cytokines also blunt chondrocyte compensatory synthesis pathways required to restore the integrity of the degraded ECM. Inhibition of the MMPs, their activators, and cytokines that induce MMP gene up-regulation would appear to be fertile targets for drug development in the treatment of OA. Restoration of damaged articular surfaces via tissue engineering strategies which could employ chondroprogenitor cells in biomatrices appropriate for transplantation to cartilage surfaces appears feasible. A reduction in cytokine-mediated up-regulation of MMP gene expression as well as augmentation of cartilage ECM biosynthesis may also be possible by employing the principles of gene transfer using suitable vectors that establish long-term stable expression of genes which suppress MMPs while at the same time supporting cartilage ECM biosynthesis. (more…)

Manfaat Glukosamin dan Khondroitin Sulfate untuk Terapi Osteoartritis

Tuesday, April 8th, 2008

 

Pendahuluan

Osteoartritis (OA) adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan menipisnya kartilago secara progresif, disertai dengan pembentukan tulang baru pada trabekula subkondral dan terbentuknya kartilago serta tulang baru pada tepi sendi (osteofit). Proses OA secara histopatologis ditandai dengan menipisnya kartilago disertai pertumbuhan dan remodelling tulang diikuti dengan atrofi dan destruksi tulang disekitarnya. (more…)

Perawatan Osteoartritis Bag II

Monday, September 10th, 2007

Pengaturan makanan
Tidak terdapat kaitan langsung antara jenis makanan tertentu dengan kejadian Osteoartritis. Pada umum nya kelebihan asupan makanan akan mengakibatkan kegemukan atau kelebihan berat badan yang me rupakan salah satu faktor risiko pembebanan pada sendi terutama sendi penopang berat badan.

Proteksi sendi
Hal ini dimaksudkan agar sendi tidak mengalami pembebanan yang berlebihan yang tentunya meng akibatkan rasa nyeri yang lebih hebat atau bahkan kehilangan fungsinya.
Pasien Osteoartritis diharapkan mampu mengenali aktifitas, stress atau posisi tubuh yang menyebabkan peningkatan rasa nyeri.
Sebaiknya pasien Osteoartritis merencanakan terlebih dahulu apa yang akan dilakukannya. Juga pengurang an berat badan, istirahat yang cukup, upaya mem permudah suatu aktifitas misalnya menggunakan alat bantu. Mengubah beberapa bagian dari rumah seperti anak tangga diganti dengan rampa, dapat membantu pula dalam mengatasi rasa nyeri saat pasien dengan Osteoartritis naik tangga.
(more…)

Pengobatan dan Perawatan Osteoartritis

Monday, September 10th, 2007

Pengobatan Osteoporosis
Yang penting pasien jangan berobat setelah terjadi deformitas (kecacatan) pada tulang. Di Happy Land Medical Centre pasien akan dilayani dengan beberapa paket pengobatan yang ditangani oleh ahli penyakit rematik, akupungtur, prana dan ahli gizi untuk menangani penyakit osteoartritis ini.

Perawatan diri sendiri
Perawatan diri sendiri serta kemauan untuk mengatasi penyakitnya merupakan hal penting yang harus dimiliki semua pasien Osteoartritis. Walaupun diketahui bahwa belum ada pengobatan yang manjur untuk Osteoartritis, namun beberapa hal berikut ini dapat diterapkan. Salah satunya adalah tetap aktif bergerak secara teratur, dan rileks. Pada mereka yang demikian itu rasa nyeri biasanya berkurang atau menghilang.
(more…)

Kapan seseorang dikatakan menderita Osteoartritis?

Monday, September 10th, 2007

Sebagaimana lazimnya, maka diganosis Osteoartritis ditegakkan apabila terdapat keluhan Osteoartritis seperti nyeri, kaku sendi, kadang disertai pembengkakan. Identifikasi faktor risiko juga tidak boleh diabaikan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan badan yang mencakup berbagai hal termasuk bunyi derik saat sendi digerakkan. Bunyi demikian disebut krepitus. Lingkup gerak sendi, dan nyeri tekan atau nyeri pada pergerakan tertentu seyogyanya tidak terlewati untuk diperiksa. Kadang kita dapat meraba rasa hangat pada permukaan sendi yang terkena. Juga perubahan bentuk sendi sebaiknya diidentifikasi. Apabila gejala dan Osteoartritis ditemukan, maka pemeriksaan radiologik terhadap sendi yang bersangkutan dilakukan. Seperti dikemukakan diatas, gambaran radiologik tidak berkesuaian dengan berat ringannya keluhan gejala atau tanda yang ditemukan. Pemeriksaan lainnya seperti tes darah atau penga matan terhadap cairan sendi, terkadang diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain pada pasien yang dicurigai menderita Osteoartritis.