Archive for the ‘Reumatik’ Category

NEUROPATI KOMPRESI

Tuesday, April 8th, 2008

PENDAHULUAN

Cedera pada susunan saraf tepi dapat terjadi akut atau akibat tekanan khronis. Akibat patologis dapat berupa terputus fungsinya untuk sementara sampai diskontinuitas total saraf yang terkena. Ada tiga bentuk utama yang dapat terjadi :

1. Neuropraksia: interupsi fungsi saraf untuk sementara tanpa diskontinuitas akson. Hal ini dapat terjadi akibat cedera pada akson atau pada sarung myelin. Degenerasi Waller dan pertumbuhan kembali dari akson tidak perlu untuk perbaikan fungsinya kembali.

2. Aksonotmesis: disini akson terputus, jaringan penunjang terutama sarung myelin tetap baik. Pertumbuhan kembali dapat terjadi tanpa ujung-ujung akson perlu didekatkan satu sama lain melalui operasi. Biasanya kelainan ini terjadi akibat trauma tumpul atau tekanan dan dapat juga menyebabkan degenarasi Waller.

3. Neurotmesis: akibat trauma terpisah semua unsur saraf. Biasanya ditemukan pada luka terbuka. Akibatnya terjadi degenarasi Waller. (more…)

PENATALAKSANAAN ARTRITIS REUMATOID

Saturday, March 15th, 2008

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik yang dapat mengenai seluruh organ tubuh dengan manifestasi utama pada persendian. Penyakit ini sudah lama dikenal, tersebar diseluruh dunia dan dapat mengenai semua ras dan kelompok etnik. Etiologi dan patogenesisnya belum diketahui secara pasti, tetapi diduga faktor genetik, jenis kelamin dan infeksi mempunyai peranan yang besar dalam patogenesis penyakit ini1.

Diagnosis AR ditegakkan berdasarkan kombinasi berbagai gejala klinik, laboratorium dan radiologik yang terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Gambaran klinik yang penting adalah sinovitis erosif yang kronik dan simetris pada sendi-sendi perifer. Sebagian besar perjalanannya kronik fluktuatif dan sering mengakibatkan kerusakan sendi yang progresif dan kecacatan. AR banyak mengenai usia produktif sehingga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar 1.

Prevalensi AR bervariasi antara populasi satu dengan lainnya, di Amerika dan beberapa negara Eropa prevalensinya berkisar 1 % 2. Prevensi AR di Indonesia berkisar antara 0.3% – 0.6% 3-4 .

Pengobatan AR terus mengalami perkembangan. Pengobatan agresif dengan menggunakan DMARD secara dini pada AR terbukti mampu menghambat atau mengurangi terjadinya kerusakan sendi dan kecacatan 5.

Selama dekade terakhir ini telah banyak dilakukan penelitian tentang AR yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam konsep AR sebagai penyakit dalam berbagai bidang termasuk penatalaksanaannya. Berbagai cara pendekatan yang dahulu banyak diterima, saat ini telah banyak ditinggalkan, sebaliknya cara pendekatan yang dahulu dianggap tidak memuaskan, setelah diadakan penelitian kembali dengan metodologi penelitian yang tepat ternyata merupakan cara pendekatan yang sebenarnya amat bermanfaat. (more…)

Apakah anda menderita suatu penyakit reumatik?

Saturday, September 8th, 2007

Karena sebagian besar penyakit reumatik umumnya menunjukkan gejala klinis yang khas, biasanya diagnosis penyakit reumatik tidak terlalu sukar untuk ditegakkan oleh seorang dokter.
Sebagian besar diagnosis penyakit reumatik umumnya dapat ditegakkan dengan mengetahui riwayat terjadinya penyakit yang anda derita dan pemeriksaan fisik saja. Pemeriksaan roentgen dan laboratorium umumnya diperlukan untuk menunjang diagnosis atau untuk melakukan penilaian tentang perjalanan penyakit dan kemajuan pengobatan.
Peranan anda sebagai penderita penyakit reumatik sangat penting bagi dokter yang mengobatinya. Tanpa kerja sama yang baik antara dokter dengan pasiennya, akan sukar diperoleh kejelasan tentang perkembangan penyakit dari saat mula dirasakan sampai keluhan yang saat ini membawa anda datang ke dokter.
(more…)

Apakah penyebab penyakit reumatik?

Saturday, September 8th, 2007

Walaupun penelitian tentang penyakit reumatik telah berkembang dengan pesat selama 20 tahun terakhir ini dan kini merupakan cabang ilmu dalam lingkup bidang Ilmu Penyakit Dalam, masih banyak yang belum dapat kita ketahui tentang penyebab dan proses terjadinya penyakit reumatik tersebut. Beberapa penyebab penyakit reumatik yang telah diketahui antara lain adalah:

  • Proses degenerasi karena usia
  • Trauma berulang
  • Terdapatnya endapan kristal dalam sendi
  • Infeksi bakteri atau virus
  • Faktor keturunan
  • Penyakit metabolik seperti kencing manis/sakit gula (diabetes melitus) atau gangguan metabolisme asam urat (gout / pirai)
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Kehamilan

Apa yang dimaksud dengan penyakit reumatik?

Saturday, September 8th, 2007

Sebenarnya istilah penyakit reumatik bukanlah merupakan sebuah istilah yang memiliki arti pasti, istilah tersebut diambil dari bahasa yunani yang artinya cairan yang menjalar dari kepala ke ujung kaki. Pada umumnya apa yang dimaksud dengan penyakit reumatik yang kita kenal adalah perasaan nyeri atau terdapatnya gangguan fungsi dari satu atau beberapa persendian yang terdapat pada tubuh kita. Walaupun demikian terdapat pula beberapa jenis penyakit reumatik yang tidak mengenai sendi, melainkan hanya melibatkan otot otot atau jaringan ikat diluar sendi seperti urat, kapsul sendi atau kantong bantalan (bursa) sekitar sendi . Penyakit reumatik yang mengenai persendian, lebih tepat disebut sebagai artritis (proses keradangan sendi) atau artrosis (proses degenerasi).