MANFAAT SUPLEMENTASI ASAM LEMAK TIDAK JENUH OMEGA-3 PADA OSTEOARTRITIS

ABSTRACT

The primary purpose of this study is to evaluate the benefits of Omega-3 polyunsaturated fatty acids on osteoarthritis (OA) patients. With randomize open trial method, this study have done a clinical test to OA patients that include of Altman`s criteria. Patients were divided into two groups, some of them were given 0.6 g/day Omega-3 soft capsule for 12 weeks. OA patients` health status were investigated by giving Arthritis Impact Measurement Scale 2 (AIMS 2) forms and Lequesne index scores. At the end of study, 22 OA patients were eligible in this study. This study gived result there was no significant differences in the base data between Omega-3 and control group. There was significant differences in index Lequesne scores,  and score AIMS-2 such as component of work , affect and symptom between Omega-3 and control group. The conclusion of this study suggests that suplementation 0,6 gr/day Omega-3  within 12  week based on five component model  AIMS-2 form was useful for Osteoarthritis patients` health status but there was no significant deferences between two groups (p>0.05).  In addition, it is necessary to continue this study with more samples number and dosis of Omega-3.

 

Key words : Omega-3, clinical studies, Osteoarthritis, AIMS-2,  health status

 

PENGANTAR

 

            Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang karakteristik dengan menipisnya kartilago secara progresif disertai dengan pembentukan tulang baru pada trabekula subkondral dan tepi sendi (osteofit). Secara histopatologis proses OA ditandai dengan menipisnya kartilago disertai dengan atrofi dan destruksi tulang disekitarnya1. OA selama ini sering dipandang sebagai akibat dari suatu proses ketuaan (aus) yang tidak dapat dihindari. Para pakar yang meneliti penyakit ini sekarang banyak yang berpendapat bahwa OA ternyata merupakan penyakit sinovia sendi yang multifaktorial2.

OA dapat dipandang sebagai penyakit gangguan homeostasis dari metabolisme kartilago dengan kerusakan struktur proteoglikan (PG) kartilago yang penyebabnya belum jelas diketahui, namun jejas mekanis dan kimiawi diduga merupakan faktor penting yang merangsang terbentuknya molekul abnormal dan produk degradasi kartilago didalam cairan sinovial sendi, akibatnya terjadi inflamasi sendi, kerusakan kondrosit dan nyeri 3,4.

Permasalahan terapi OA sekarang adalah tidak sekedar memberi terapi pada nyeri dan kekakuan sendi saja namun bagaimana memperbaiki keseimbangan enzim protease dan kolagenase didalam struktur kartilago atau sinovia sendi yang terganggu akibat jejas mekanis dan kimiawi tersebut. Studi obat-obatan untuk OA yang ada sekarang adalah berhubungan dengan obat yang  menghambat aksi dari enzim atau menghambat sitokin, suatu senyawa kimia yang mengaktivasi enzim-enzim tersebut5.   

Manfaat Omega-3 yang dapat  menghambat aksi dari enzim, menghambat sitokin dan dapat menurunkan proses radang dan nyeri pada sendi baru diteliti pada penderita Rheumatoid Artritis (RA) dan belum ada penelitian untuk penderita OA. Omega-3 adalah sebutan untuk asam lemak tidak jenuh yang mengandung dua asam lemak yaitu  Eicosapentaenoic acid  (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang banyak dikandung dalam ikan dan tumbuhan laut laut, bahkan ikan lele (cat fish). Pemberian suplementasi dengan dosis 0.6 - 2,4g/hari selama 12 minggu diketahui dapat memperbaiki fungsi sinovia sendi dan mengurangi reaksi radang dan nyeri pada penderita RA. Penelitian penggunaan suplementasi asam lemak Omega-3 telah banyak dilakukan untuk penyakit auto imun dan anti peradangan, diantaranya untuk nefritis auto imun6, rematoid artritis7,8,9, kolitis ulseratif10, penyakit jantung11, kanker12. Penelitian terakhir melaporkan bahwa suplementasi Omega-3 dengan cara memberikan preparat Omega-3 dengan dosis 1-2g/hari selama 12 minggu pada wanita muda 23-33 tahun dan wanita post menopause 51 - 68 tahun yang sehat dapat menurunkan sintesa IL-1b sebanyak 48% pada wanita muda dan 98% pada wanita post menopause.13 IL-1b dikenal sebagai salah satu penyebab kerusakan kartilago dan menghambat perbaikan kartilago. Schiff et al.,14  memberikan harapan bahwa asam lemak Omega-3 dapat digunakan untuk terapi pada sinovitis yang moderate.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manfaat suplementasi asam lemak tidak jenuh Omega-3 dibanding kontrol terhadap derajat kesehatan penderita OA berdasarkan perubahan indeks lequesne dan model 5 komponen dari perasat formulir Arthritis Impact  Measurement Scales 2 (AIMS 2).

 

BAHAN DAN CARA

 

1). Bahan :

Obat yang digunakan untuk penelitian adalah soft kapsul Natural Omega-3 produksi Bio-life yang mengandung DHA (Docosahexanoic acid) dan EPA (Eicosapentanoic acid) 300 g dan natural vitamin E 100 mg/soft kapsulnya, piroksikam kapsul 10 mg produksi Indofarma dan soft kapsul natural vitamin E 100 mg produksi Darya Varia.

            Penilaian status kesehatan  penderita OA menggunakan Arthritis Impact Measurement Scale II (AIMS 2) yang sudah  diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah diuji validitas dan  reabilitasnya15.

 

2). Prosedur pelaksanaan penelitian :

Rancangan penelitian  ini adalah  uji klinik acak terbuka.  Subyek penelitian adalah penderita OA yang memenuhi syarat inklusi yang berdomisili diwilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan tercatat pada rekam medis RSUP Dr. Sardjito mulai bulan April tahun 1995 sampai dengan bulan April 1998.  Jumlah sampel untuk penelitian ini  adalah 22 orang.

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah penderita OA dengan diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria dari  Altman dengan indek   lequesne <  9,  setuju mengikuti penelitian dan umur 35 – 65 tahun. Kriteria eksklusi adalah mempunyai penyakit artritis selain OA, mempunyai riwayat hipersensitif terhadap asam lemak Omega-3, mempunyai kelainan faal hati, faal ginjal dan kelainan pemeriksaan darah rutin, mempunyai riwayat penyakit gastritis, ulkus peptikum, ulkus duodenum dan tidak patuh kepada protokol penelitian.

Sebelum penelitian pasien menandatangani surat persetujuan untuk penelitian, kemudian dilakukan penilaian derajat kesehatan penderita artritis dengan formulir Arthritis Impact Measurement Scale II (AIMS 2). Pada awal dan akhir penelitian penderita diperiksa laboratorium fungsi hati, ginjal dan darah rutin. Pasien tidak menggunakan obat-obatan sejenis asam lemak tak jenuh Omega-3 selama 6 minggu sebelumnya. Selama penelitian pasien juga menggunakan obat-obatan anti radang piroksikam 20 mg/hari.

 Obat diberikan selama 12 minggu ( secara berkala setiap 4 minggu). Setiap 4 minggu pasien kontrol untuk  dicatat indeks Lequesne, penggunaan obat-obatan, efek samping yang mungkin ada dan keluhan pasien yang lain serta mengambil obat untuk bulan berikutnya. Pada awal penelitian dan akhir minggu 12  penelitian penderita  dinilai derajat atau status kesehatannya dengan  formulir AIMS 2. Penilaian formulir AIMS 2 ini dikerjakan oleh tenaga perawat tersendiri yang sudah dilatih.

Analisa statistik angka rerata data 5 komponen model status kesehatan menurut AIMS-2 masing-masing kelompok Omega-3 dan kelompok kontrol  menggunakan paired t  test dan dianggap berbeda bermakna bila p < 0,05 pada derajat kepercayaan 95%. Sedang angka rerata selisih sesudah dan sebelum terapi antara data 5 komponen model status kesehatan menurut AIMS-2 kedua kelompok dibandingkan dan diuji dengan independent t test, dianggap bermakna bila p < 0.05 pada derajat kepercayaan 95%. 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Pasien OA yang memenuhi syarat dan diikutkan dalam analisa penelitian ini  sebanyak 22 pasien terdiri dari 15 (68,42%) pasien wanita dan 7 (31,58%) pasien laki-laki atau 2 : 1. Tiga pasien dikeluarkan dari penelitian, 1 orang pa­sien mengundurkan diri dan 2 orang lainnya tidak patuh pada protokol penelitian.  Pasien yang mengikuti penelitian ini sampai akhir adalah 19 orang. Diagnosis terbanyak adalah OA sendi lutut sebanyak 15 pasien (78,95%) dan sendi pinggul 4 pasien (21,05%). Pada TABEL 1 terlihat tidak didapat perbedaan yang bermakna antara data dasar kelompok Omega-3 dan kelompok kontrol. Sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu, pada penelitian ini wanita memang 2 kali lebih banyak menderita OA dibanding  pria. Diagnosis OA secara anatomis terutama pada OA sendi lutut dan umur kurang dari 50 tahun2,3,13. Dalam penelitian ini umur tertua penderita dibatasi 65 tahun sebab mengurangi resiko perdarahan saluran cerna sebagai akibat penggunaan piroksikam 16,17.

 

Tabel 1. Data dasar nilai 5 komponen AIMS 2 kedua kelompok sebelum terapi  

 

Variabel

 

Kel. Omega-3

(rerata ± SB)

(n=9)

Kel. Kontrol

(rerata ± SB)

(n=10)

 

p

 

Keterangan : Kel.    = Kelompok ; SB = Simpang Baku; TB = Tidak Bermakna;  p =  tingkat kemaknaan                         

             

Penelitian ini mendapatkan beberapa manfaat Omega-3 pada derajat kesehatan manusia. Data pada TABEL 2. memperlihatkan bahwa 3 dari 5 komponen AIMS-2 yaitu komponen kondisi afektif (p=0.003, 95% CI (1,050, 3,672)), keluhan nyeri artritis (p = 0,002, 95% CI (1,920, 6,191)) dan kemampuan bekerja (p=0,006, 95% CI (0,773, 3,349))  pada kelompok Omega-3 berbeda bermakna antara sebelum diberi terapi dengan sesudah terapi. Data kelompok kontrol hanya keluhan nyeri yang berbeda bermakna dengan p =0,001, 95% CI (1,835, 5,265).

 

Tabel 2.  Nilai 5 komponen AIMS 2 pada awal dan akhir terapi

 

 

Variabel

Komponen AIMS 2

Kelompok  Omega-3

(n=9)

Kelompok Kontrol

(n= 10)

 

Kondisi Fisik

Kondisi Afektif

Keluhan nyeri

Interaksi sosial

Kemampuan bekerja

 

0.76 ± 0.37

4.36 ± 1.44

5.88 ± 2.43

3.26 ± 2.08

4.68 ± 2.19

 

0.42 ± 0.23

2.00 ± 1.02

1.83 ± 1.00

2.72 ± 1.28

2.62 ± 1.89

 

0.07

0.003

0.002

0.54

0.006

 

0.78 ± 0.45

3.35 ± 1.41

6.15 ± 2.31

3.01 ± 1.76

4.94 ± 2.36

 

0.69 ± 0.55

2.40 ± 1.37

2.60 ± 1.52

2.71 ± 1.80

4.29 ± 2.10

 

0.59

0.13

0.001

0.49

0.44

 

Keterangan :  SB     : simpang baku;       p = derajat kemaknaan (bermakna bila p < 0,05)

 

Manfaat Omega-3 untuk kondisi afektif banyak diteliti oleh para ahli. Penelitian terakhir dari National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism  menyatakan bahwa depresi  berhubungan dengan rasio Omega-6 dan Omega-3 pada  makanan.  Omega-3 tidak dapat disintesa oleh tubuh manusia. Suplementasi Omega-3 penting karena membuat keseimbangan dengan Omega-6 yang mana keduanya merupakan bagian penting dari membran sel untuk menjaga permeabilitas sel. Omega-6 didapat dari lemak hewani dan nabati.  Ratio ideal dari Omega-6 dan Omega-3 adalah 1 : 1 dan 5 : 1.  Apabila terjadi ketidak seimbangan Omega-6 dan Omega-3 dalam sel, maka terjadi gangguan pada membran sel berupa gangguan kekentalan cairan  sel,  reseptor sel, enzim, permeabilitas dan transport membran sel18,19.  Docosahexaenoic acid (DHA) pada Omega-3 adalah bagian utama dari membran sinaptik sehingga kekurangan asam lemak tersebut akan berhubungan dengan  keadaan afektif yang kurang baik dapat berupa reaksi cemas dan depresi sehingga diperlukan suplemen Omega-3 yang cukup 20.  

Kemampuan bekerja yang meningkat dapat dijelaskan karena memang manfaat Omega-3  sebagai asam lemak tidak jenuh dapat bermanfaat  sebagai sumber energi 21. Manfaat lainnya yang menunjang kesegaran jasmani adalah membantu sintesis prostaglandin yang gunanya untuk meregulasi banyak fungsi tubuh seperti tekanan darah, fungsi ginjal, dan fungsi penting lainnya dari tubuh untuk mempertahankan kesehatan. Selain itu Omega-3 juga meningkatkan nitrik oksida yang efeknya relaksasi endotel dan menurunkan tekanan darah serta sebagai anti trombosis  dan vasodilatasi untuk melancarkan peredaran darah22,23.

Data perbaikan pada kelompok Omega-3 bila dibandingkan dengan kelompok kontrol ternyata tidak berbeda bermakna menurut statistik. Data pada TABEL 3. memperlihatkan bahwa pada uji statistik dengan independent t test dengan asumsi distribusi masing-masing rerata adalah normal, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara rerata selisih perbedaan (d) kelompok Omega-3 dengan rerata selisih perbedaan (d) kelompok kontrol dimana derajat kemaknaannya  atau p > 0,05.

Tabel 3.  Rerata selisih  (d) skore 5 komponen AIMS-2 selama terapi pada kedua kelompok 

 

Variabel

Komponen AIMS 2

Rerata selisih skore kelompok  Omega-3

(rerata ± SB)

Rerata selisih skore kelompok Kontrol

(rerata ± SB)

 

p

(95% CI)

 

Keterangan : SB : simpang baku ; p : derajat kemaknaan (bermakna jika p < 0.05); 95% CI : 95% Confidence Interval of the mean

 

Hasil diatas membuktikan bahwa perbaikan keluhan nyeri pada kelompok yang diberi suplemen Omega-3 secara statistik tidak berbeda bermakna pada kelompok penderita OA yang tidak diberi suplemen Omega-3. Hal ini mungkin terjadi karena sampel yang diteliti atau dosis yang diberikan kurang besar. Penggunaan dosis Omega-3 sebesar 600 gr/hari didasarkan pada kelompok penelitian di Universitas Washington Amerika yang menganjurkan dosis terapi sebesar 3.500 mg/minggu dan sampel lebih dari 1800 orang penderita artritis25. Beberapa peneliti lain memberikan suplementasi Omega-3 pada penderita RA untuk mengurangi nyeri  adalah 2,6 gram EPA dan DHA per hari selama 12 minggu 13,26. Ada pula yang memberi dosis maintenance Omega-3 memang antara 300 – 400 mgr/hari untuk  EPA dan DHA, tetapi dosis ini harus diberikan tiap hari dan tidak berjangka waktu27. Begitu juga di Amerika Utara diteliti dosis maintenance sebesar  50 mg EPA dan 80 mg DHA per hari selama setahun 22.

Namun demikian keluhan nyeri pada kelompok Omega-3 bila dinilai dengan perasat lain yaitu indeks Lequesne, ternyata mengalami perbaikan yang berarti dan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol  lebih rendah, secara statistik berbeda bermakna pada hari  ke 30,  hari ke 60 dan  hari ke 90 (TABEL 4).

 

Tabel  4. Rerata dan simpang baku indeks Lequesne pada kelompok Omega-3 dan kontrol

 

 

Hari

 

Rerata & SB

Indeks Lequesne

Kelompok Omega-3

Rerata & SB

Indeks Lequesne

Kelompok Kontrol

p

95% CI

 

masuk penelitian

Hari ke 30

Hari ke 60

Hari ke 90

 

 

7,30 ± 0,675

5,11 ± 0,928

3,86 ± 0,900

3,14 ± 0,378

 

7,20 ± 0,632

6,22 ± 0,972

5,71 ± 0,756

4,86 ± 0,690

 

0,678  (-.628,  .428)

0.007  (.398, 1.825)

0.004  (.868, 2.846)

0.001 (1.015, 2.414)

 

Keterangan :

SB : simpang baku ; p : derajat kemaknaan (bermakna jika p < 0.05); 95% CI : 95% Confidence Interval of the mean

 

Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah terapi pada kedua kelompok ini secara statistik tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Efek samping obat yang menonjol pada penelitian ini adalah adalah dispepsia pada  9 (40,9%)  pasien pada bulan pertama awal penelitian , terbagi menjadi 4  pasien  (44,44%) kelom­pok Omega-3 dan 5 pasien (55.54%) pada kelompok kontrol. Efek tersebut hilang setelah dianjurkan minum banyak air saat minum obat.  Efek samping ini terjadi karena bentuk omega-3 yang berbentuk lemak sehingga untuk menetralisir efek tersebut dianjurkan minum air yang banyak 18.  

 

SIMPULAN DAN SARAN

 

Penelitian ini mendapatkan hasil perbedaan bermakna kualitas nyeri yang dilihat dari penurunan rerata indeks Lequesne pada kelompok Omega-3 yang berbeda bermakna lebih baik dari kelompok kontrol. Penelitian  ini juga mendapatkan perbedaan yang bermakna lebih baik untuk skore derajat kesehatan penderita OA dalam kelompok Omega-3 sesudah terapi dan sebelum terapi. Namun demikian,  bila kedua kelompok dibandingkan maka  tidak di­dapatkan perbedaan hasil rerata yang bermakna dibanding sebelum dan sesudah  pemberian terapi pada kedua kelompok (p > 0.05). Hasil ini membuktikan bahwa pada penelitian ini status kesehatan penderita OA menurut perasat AIMS-2 antara kelom­pok yang diberi suplementasi Omega-3, secara statistik tidak berbeda bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan suplemen Omega-3.  Hal ini  terjadi mungkin karena sampelnya kurang besar, dosis Omega-3 yang diberikan mungkin kurang dan waktu pemberian Omega-3 mungkin kurang lama sehingga pada penelitian lanjutan disarankan sampel yang lebih besar dan dosis terapi yang lebih besar dari 600 mg/hari. Karena pada bulan pertama didapat efek samping obat yang cukup tinggi maka dianjurkan minum banyak air saat makan obat.

 

KEPUSTAKAAN

 

1.        Brandt, KD. Osteoarthritis a epidemiology, pathology and pathogene­sis.  In : HR Schumacher, JH Klippel (eds) : Primer on the Rheumatic Disease. 10th ed. Atlanta, USA, 1993 : 184-188.

2.        Woodhead, P. New direction in osteoarthritis. Associated Ltd, St.Ives, Cambridgeshire, UK,  1989 : 1-17.

3.        Ghosh, P. Future Treatments of Osteoarthritis. In : Nasution, AR., Dar­mawan.J., Isbagio.H (eds) : Rheumatology  APLAR. New York : Churchill Living­stone , 1992 :.255-258

4.        Pelletier, JP. Cartilage Metabolism: Pointers toward new therapic op­tion. Osteoarthritis Symposium: Update on Diagnosis and Therapy, Canada., 1990.

5.        Dunkin, MA. OA : Undoing the Damage. Arthritis Today: Archive March-April, 1996.

6.        Prickett, JD., Robinson, DR., Steinberg, AD. Effects of dietary enrichment with eicosapentaenoic acid upon auto imun Nephritis in female ZB NZW/F1 mice. Artrhitis Rheum , 1983; 26:133-39.

7.        Esperson.GT., Grunnet.N. Decreased interleukin-1 beta levels in plasma from rheumatoid arthritis patient after dietary supplementation with n-3 polyunsaturated fatty acids. Clin Rheumatol, 1992; 11(3):  393-5

8.        Norstrom, DC., Honkanen, VE., Friman, C. Alpha-linolenic acid in the treatment of Rheumatoid Arthritis. A Double Blind Plasebo-Controlled and randomized study. Rheumatol Int, 1995; 14 (6);  231-4.

9.        Kremer, JM., Lawrence, DA., Fuchs, BR. Effect of High dose fish oil on Rheumatoid Arthritis after stopping NSAID. Clinical and immune correlates. Arthritis Rheum, 1995; 38 (8) : 1107-14.

10.     Stenson, WF., Cort, D., Rodgers, J. Dietary Supplementation with Fish oil in Ulcerative Colitis. Ann Int Med, 1992; 116: 609-614.

11.     Philipson, BE., Connor, WE., Harris, W., Illingworth, R. Reduction of Plasma Lipids, Lipoproteins, and Apoproteins by Dietary Fish Oils in Patient with Hypertrigliceridemia. N Eng J Med, 1985; 312: 1210-16.

12.     Connor, WE  Omega-3 Fatty Acids Known Effect. International Con­ference of Highly Unsaturated Fatty Acids in Nutrition and Disease Prevention  Barcelona , 1996.

13.     Meidany, SN., Dinarello, CA., Gorbach, SL. Oral (n-3) Fatty Acid Suplementation Supresses Cytokine Production and Lymphocyte Proliferation : Comparison Between Young and Older Woman. J Nutr, 1990; 121 : 547-555.

14.     Schiff, M. Emerging treatments for Rheumatoid Arthritis. Am J Med., 1997; 27 (102):1A 11S-15S.

15.     Asdie, HAH., Rahardjo, P., Kertia, N. Nilai Kesepakatan dokter-pasien dan pasien-pasien dari Arthritis Impact Measurement Scale 2 (AIMS-2) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk pasien Osteoartritis dalam Konggres Nasional Ikatan Rematologi Indonesia ke-4 dan Perhimpunan SLE ke-1. Bandung, 1997.

16.     Darmawan, J. WHO guidelines in the safe use of NSAIDs.  In :  AR  Nasution, J Darmawan, H Isbagio (eds) : Rheumatology APLAR. New York : Churchill Livingstone, 1992 ; 379-81.

17.     Schnitzer, TJ., Popovich, JM., Gunnar, B., Andersson, J., Thomas, P., Andriacchi. Effect of piroxicam on gait in patients with Osteoarthritis of the knee. Arthritis & Rheumatism., 1993;   36 (9) : 1207-13.

18.     Dehmer, GJ. Omega-3 Fatty Acids. In :  EJ. Topol (ed); Textbook of Interventional Cardiology. Philadelphia : WB Saunders Company, 1990 : 121-51.

19.     Sugano, M., Ikeda, I. Essential fatty acids.J Jpn Oil Chem Soc, 1991; 40: 831-37  

20.     Hibbeln JR., and Salem, N Jr. Dietary polyunsaturated fatty acid and depression: when cholesterol does not satisfy. American Journal of Clinical Nutrition, 1995 ; 62(1): 1-9

21.     Tulak, G. Essential Fatty Acids. Flex, 1991 ; (Nop); 1-8

22.     Holman, RT. The Slow Discovery of the Importence of w3 Essential Fatty Acids in Human Health. J Nutr. 1998 ; 128 : 427S-433S

23.     Weber, PC., and Leaf, A. Health effect of w3 Polyunsaturated Fatty Acids in Seafoods in A.P. Simopolous, R.R. Kifer, R.E Martin, S.M. Barlow (eds) : 2nd International Conference on the health effects of w3 Polyunsaturated Fatty Acids in Seafood, Washington DC, March 20-23 1990. New York : Karger, 1991: .218-32.

24.     Furst, P. Old and New Substrates in Clinical Nutrition. The Journal of Nutrition, 1998 ; (128) : 789-96

25.     Connor, WE. The beneficial effects of Omega-3 fatty acids : Cardiovascular disease and neurodevelopment. Current Opinion in Lipidology. 1997; 8:1-3

26.     Geusens, P. Long term effect of Omega-3 fatty acid suplementation in active rheumatoid arthritis, a 12-month, double-blind, controlled study. Arthritis & Rheumatism, 1994; 37 (6) : 824-29

27.     Connor, WE.  Health Effect of Omega-3 .World Rev Nutr Diet, 1991; V(66) : 118-32

Leave a Reply