Reumatik dan Asam Urat - Panduan Bagi Awam

Seputar Masalah Asam Urat dan Penyakit Reumatik

Bag II

Bagaimana gejala khas artritis gout?

Artritis gout muncul sebagai serangan keradangan sendi yang timbul kumat-kumatan. Gejala khas dari serangan artritis gout ialah pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Hampir 90 % serangan pertama terjadi pada sendi ibu jari kaki (jempol kaki).

Serangan artritis gout biasanya dilukiskan pasien sebagai berikut :

“Saya seorang pria berusia 40 tahun, badan sedikit gemuk karena saya senang makan. Sampai malam sebelum saya terserang artritis gout, saya merasa sehat tanpa gejala apa-apa. Malam itu saya menghadiri sebuah pesta perkawinan dimana resepsi dilakukan dengan cara berdiri (standing party}. Saya berdiri selama hampir 3 jam dengan menggunakan sepatu yang bagian depannya agak sempit. Pada pesta tersebut saya makan banyak antara lain udang bakar, sup kepiting, cumi, lidah, otak, sate hati, kambing guling, sejumlah emping dan minum 3 gelas coke serta sedikit alkohol. Pulang dari pesta saya langsung tidur di kamar tidur saya yang menggunakan AC tanpa merasa apa-apa. Menjelang pagi hari maka ibu jari kaki kanan tiba-tiba terasa sangat linu seperti ditarik-tarik sehingga saya tersentak dari tidur. Saya tidak menduga terjadi sesuatu pada diri saya, sehingga saya mencoba melanjutkan tidur akan tetapi gagal karena rasa nyeri makin bertambah bahkan ibu jari kaki saya bila tersentuh selimut terasa sangat sakit. Pada pukul 7.00 pagi saya turun dari tempat tidur, ternyata saya merasa sakit sehingga saya berjalan pincang ke kamar mandi. Waktu saya perhatikan ibu jari kaki mulai agak bengkak, agak merah dan agak panas. Saya mencoba mengurangi rasa sakit saya dengan obat warung tetapi tak berkurang. Sekitar pukul 09.00 badan saya meriang, pembengkakan dan kemerahan ibu jari kaki bertambah, saya memutuskan untuk tidak bekerja. Sepanjang hari saya menahan rasa nyeri sehingga nafsu makan saya berkurang. Sore hari pembengkakan, panas dan kemerahan di ibu jari kaki saya mencapai puncaknya, sehingga saya tidak mampu lagi berjalan kaki sendiri dan harus dibantu oleh orang rumah untuk berjalan. Saya memutuskan untuk mencari pertolongan dokter sore itu juga.”

Gejala artritis gout demikian khasnya sehingga mudah dikenali, jadi bila seseorang hanya mengeluh nyeri, pegal, linu pada otot-otot atau sendi tanpa gejala khas diatas, maka yang bersangkutan dapat dikatakan bukan penderita artritis gout.

Sendi mana saja yang sering terserang artritis gout dan tofus?

Sendi yang sering mendapat serangan artritis gout dan tofus (jamak = tofi) adalah sendi yang sering mendapat tekanan yaitu, sendi ibu jari kaki (tekanan sepatu), sendi pergelangan kaki/tumit (tekanan sepatu), sendi lutut (tekanan berat badan, bersimpuh), sendi siku (tekanan badan waktu duduk menyangga), sendi jari tangan (tekanan waktu menulis atau bekerja). Tofus ditemukan pada tempat yang sama terutama yang sering meradang, dapat pula ditemukan pada daun telinga (tekanan angin)

Bagaimana kadar asam urat darah penderita artritis gout?

Pada penderita penyakit gout kadar asam urat darah biasanya tinggi, jauh diatas harga normal. Perlu diketahui kadar asam urat diatas normal tanpa disertai gejala artritis gout yang khas belum memastikan seseorang menderita penyakit gout. Sebaliknya pada serangan akut kadar asam urat dapat normal bahkan rendah, hal ini yang sering membuat penderita bingung, yang bersangkutan menunjukkan gejala khas artritis gout tetapi kadar asam uratnya normal. Karena itu sebaiknya asam urat darah diperiksa justru pada waktu penderita sehat (tidak dalam serangan).

Related Articles:

Leave a Reply